Pada hari Minggu, tanggal 26 Oktober 2025, pukul 18.00 WIT, bertempat di
Gedung Gereja Jemaat GPdI Pniel Surya Kota Sorong, telah dilaksanakan Ibadah Persatuan Pria Pentakosta (PELPRIP) GPdI Wilayah
II Kota Sorong. Ibadah ini menjadi momen istimewa sekaligus ibadah terakhir
yang dilaksanakan oleh Komisi PELPRIP Wilayah II Kota Sorong pada tahun
pelayanan 2025.
Ibadah dimulai dengan penuh hikmat melalui doa pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Daud Kirihio, B.Th,
selaku Sekretaris PELPRIP Wilayah II Kota Sorong. Suasana ibadah kemudian
dilanjutkan dengan pujian dan penyembahan yang dinaikkan secara bersama-sama
oleh seluruh jemaat dan peserta ibadah, menciptakan suasana penuh sukacita dan
hadirat Tuhan yang nyata.
Dalam ibadah ini, kaum
pria Jemaat GPdI Pniel Surya turut mengambil bagian dengan
mempersembahkan pujian khusus, yang menjadi berkat bagi seluruh
jemaat yang hadir. Melalui pujian tersebut, umat Tuhan diajak untuk senantiasa
bersyukur dan memperkuat iman dalam pelayanan bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus
Kristus.
Selain sebagai ibadah persatuan, kegiatan ini
juga menjadi momen penting karena dilangsungkan pelantikan
reposisi pengurus baru Komisi Daerah (KD) PELPRIP GPdI Papua Barat Daya. Dalam pelantikan tersebut, jabatan
Ketua KD PELPRIP yang sebelumnya diemban oleh Pdt. Lazarus Wanggai, SP.,S.Th, secara resmi diserahterimakan kepada Pdt. Samuel Numberi, S.An. Prosesi pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Daerah GPdI Papua Barat Daya, Pdt. Lukas Marani, S.Th,
dan berlangsung dengan penuh khidmat serta disertai doa penyerahan agar
kepemimpinan yang baru dapat berjalan dengan baik sesuai kehendak Tuhan.
Sementara itu, Firman Tuhan disampaikan oleh Gembala Jemaat GPdI Pniel Surya, Pdt. Jopie Kalangi, M.Th.,M.Pd, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Daerah GPdI Papua Barat Daya. Renungan Firman Tuhan diambil dari Kitab Rut 1:1–5, Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing. 2 Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana. 3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya. 4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya. 5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
Elimelekh dan keluarganya meninggalkan Betlehem (yang berarti “rumah roti”) menuju Moab, negeri asing.
-
Moab sering dianggap musuh Israel dan dilarang masuk ke jemaat Tuhan (Ulangan 23:3)
-
Langkah Elimelekh bisa dilihat sebagai usaha manusiawi mencari jalan keluar, namun juga menunjukkan kurangnya iman untuk tetap percaya pada pemeliharaan Tuhan di tanah perjanjian.
yang menekankan pentingnya kesetiaan,
keteguhan iman, dan pengharapan kepada Tuhan dalam setiap musim kehidupan.
Setelah pemberitaan Firman, doa penutup Firman Tuhan
dibawakan oleh Pdt. Lazarus Wanggai, SP.,S.Th, selaku Biro Misi dan Pertumbuhan Gereja GPdI Papua
Barat Daya, yang
mendoakan agar setiap umat Tuhan dapat terus bertumbuh dalam iman dan semangat
pelayanan.
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian
kegiatan, dilaksanakan sesi foto bersama
antara para hamba Tuhan, pengurus PELPRIP, dan seluruh jemaat yang hadir
sebagai kenangan atas momen kebersamaan dan pelayanan di penghujung tahun 2025.
Melalui ibadah ini, seluruh peserta dan jemaat
merasakan kasih dan kesetiaan Tuhan yang terus menuntun pelayanan PELPRIP di
wilayah Kota Sorong dan Papua Barat
Daya. Ibadah Persatuan PELPRIP Wilayah II Kota Sorong tahun 2025 ini
menjadi tanda syukur atas karya Tuhan sepanjang tahun dan komitmen untuk terus
melayani dengan setia di tahun-tahun yang akan datang, demi kemuliaan nama
Tuhan Yesus Kristus.

.png)
0 Komentar