Sorong, 19 April 2026 menjadi
hari yang penuh makna dan sukacita bagi Komisi Pelayanan Pemuda Remaja
(PELPRAP) GPdI Wilayah III. Dalam rangka memperingati momen Paskah hari kemenangan yang mengingatkan akan
kasih dan pengorbanan Yesus Kristus mereka mengadakan sebuah kegiatan istimewa bertajuk berbagi kasih.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah perwujudan nyata
dari iman yang hidup, yang diterjemahkan dalam tindakan kasih kepada sesama.
Dengan mengusung tema “KASIH
YANG BERDAMPAK” seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk tidak hanya
menjadi seremonial, tetapi benar-benar menyentuh dan membawa perubahan bagi
mereka yang menerima. Lokasi yang dipilih pun memiliki makna tersendiri, yaitu
Panti Asuhan Kasih Agape Katapop, Kabupaten Sorong sebuah tempat yang menjadi rumah bagi
anak-anak yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan dari sesama.
Sejak pagi hari, suasana
kebersamaan sudah sangat terasa. Seluruh pengurus, anggota, serta perwakilan
PELPRAP dari berbagai gereja di Wilayah III berkumpul dan berangkat
bersama-sama menuju lokasi kegiatan. Perjalanan yang ditempuh bukan hanya
sekadar perpindahan tempat, tetapi juga menjadi momen mempererat persaudaraan,
memperkuat kesatuan, dan menumbuhkan semangat pelayanan di antara generasi muda
gereja.
Setibanya di panti asuhan,
rombongan disambut dengan penuh sukacita oleh pengurus dan anak-anak.
Wajah-wajah penuh harapan dan senyum tulus menjadi bukti bahwa kehadiran mereka
sangat berarti. Acara kemudian berlangsung dengan penuh kehangatan diisi dengan pujian, doa, serta
interaksi yang membangun hubungan kasih antara para pemuda dan anak-anak panti.
Puncak dari kegiatan ini
adalah penyerahan bantuan berupa sembako yang secara simbolis diberikan oleh
Ketua PELPRAP Wilayah III, Pdt. Abed Gea, kepada pihak pengurus Panti Asuhan
Kasih Agape Katapop. Penyerahan ini bukan hanya sekadar simbol bantuan materi,
tetapi juga menjadi lambang kepedulian, perhatian, dan kasih yang nyata dari
tubuh Kristus kepada mereka yang membutuhkan.
Hal yang patut disyukuri
adalah bahwa bantuan sembako tersebut merupakan hasil dari kebersamaan dan
kemurahan hati 26 gereja yang ada di GPdI Wilayah III Kota Sorong. Ini menunjukkan
bahwa ketika gereja bersatu, dampak yang dihasilkan menjadi jauh lebih besar dan
nyata. Kasih yang diberikan bukan hanya berasal dari satu pihak, melainkan dari
banyak hati yang digerakkan oleh kasih Kristus.
Kegiatan ini menjadi bukti
bahwa makna Paskah tidak berhenti pada perayaan semata, tetapi harus diwujudkan
dalam tindakan nyata. Kasih yang sejati adalah kasih yang memberi, yang peduli,
dan yang berdampak bagi kehidupan orang lain. Melalui kegiatan ini, PELPRAP
GPdI Wilayah III telah menunjukkan bahwa generasi muda gereja mampu menjadi
alat Tuhan untuk membawa terang dan harapan di tengah dunia.
Akhirnya, momen ini
meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang terlibat baik yang memberi maupun yang
menerima. Kiranya semangat “KASIH YANG
BERDAMPAK” terus hidup dan menjadi gaya hidup, bukan hanya dalam momen
Paskah, tetapi dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari. Karena pada
akhirnya, kasih yang sejati adalah kasih yang dinyatakan melalui tindakan yang
nyata dan membawa perubahan.



0 Komentar