Pada hari Jumat, 16 Januari 2026, sebuah perjalanan iman dan pengabdian
dimulai sejak pagi hari. Tepat pukul 07.00 WIT, rombongan Biro Penginjilan GPdI
Papua Barat Daya, yang didampingi oleh Wakil Ketua I Majelis Daerah GPdI Papua
Barat Daya, Pdt.
Wempi Raunsay, S.Th, bertolak dari Kota Sorong menuju Distrik
Seget, Kabupaten Sorong. Perjalanan laut menggunakan perahu yang ditempuh
selama kurang lebih dua jam setengah itu bukan sekadar perpindahan tempat,
melainkan langkah ketaatan untuk menggenapi rencana Tuhan melihat ladang pelayanan yang baru.
Kunjungan pelayanan ini memiliki makna yang sangat istimewa, yakni untuk
melaksanakan ibadah
pelantikan dan penempatan gembala baru pada ladang pelayanan
yang baru dibuka. Selain itu, ibadah ini juga dirangkaikan dengan beberapa
momen ucapan syukur, antara lain HUT Gereja GPdI Sion Wayen Kede yang ke-31 tahun
serta syukuran
usia ke-18 tahun Sdri. Dina Kumune. Semua rangkaian ini menjadi
ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan yang setia dari generasi ke generasi.
Ibadah dilaksanakan pada
pukul 12.00 WIT dan bertempat di GPdI Sion Wayan Kede, yang merupakan
tempat penggembalaan Pdt. Jemmy Kumune. Suasana ibadah berlangsung dengan
penuh kuasa dan urapan Roh
Kudus. Pujian dipimpin oleh ibu gembala setempat, dilanjutkan dengan doa
pembukaan yang dibawakan oleh bapak gembala setempat. Jemaat kemudian diajak
masuk lebih dalam ke dalam hadirat Tuhan melalui pujian dan penyembahan yang
dinaikkan dengan hati yang tulus.
Doa untuk pemberitaan Firman Tuhan
dipimpin oleh Pdt. Daud Kirihio, B.Th, sementara Firman Tuhan
disampaikan oleh Pdt. Alexander Maniani, S.Th,
selaku Biro Penginjilan GPdI Papua Barat Daya. Dalam khotbahnya, beliau
menekankan kebenaran Firman Tuhan yang terambil dari Injil Matius 16:18–19,
yang menegaskan janji dan otoritas Kristus atas gereja-Nya. Tiga penekanan
utama yang disampaikan adalah:
1. Yesus
Kristus adalah dasar gereja
Yesus menyatakan bahwa di atas
pengakuan iman Petrus—bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup—Ia akan
mendirikan Gereja-Nya. Ini menegaskan bahwa Gereja berdiri bukan atas kekuatan
manusia, tetapi atas iman kepada Kristus sebagai fondasi utama.
2. Kemenangan
gereja atas kuasa kegelapan
Pernyataan “alam maut tidak akan
menguasainya” menunjukkan bahwa Gereja memiliki jaminan kemenangan rohani.
Kuasa dosa, maut, dan Iblis tidak dapat menghancurkan Gereja karena Kristus
sendiri yang memelihara dan menopangnya.
3. Otoritas
rohani yang disertai dengan tanggung jawab pelayanan
Pemberian “kunci Kerajaan Surga”
serta kuasa mengikat dan melepaskan melambangkan wewenang rohani untuk
memberitakan Injil, mengajar kebenaran, dan memimpin umat sesuai kehendak
Allah. Otoritas ini bukan untuk kekuasaan pribadi, melainkan untuk melayani dan
membangun jemaat.
Firman Tuhan tersebut menjadi penguatan dan landasan rohani bagi jemaat,
khususnya bagi para hamba Tuhan yang akan diutus dalam pelayanan yang baru.
Ibadah kemudian dilanjutkan dengan momen yang sangat sakral, yakni pentabisan dan pelantikan
dua gembala baru yang akan ditugaskan di dua ladang pelayanan
yang berbeda. Prosesi pelantikan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I MD GPdI
Papua Barat Daya, Pdt. Wempi Raunsay, S.Th, serta didampingi
oleh Biro Penginjilan GPdI Papua Barat Daya Pdt.
Alexander Maniani, S.Th dan para hamba Tuhan yang hadir.
Suasana penuh haru dan sukacita menyelimuti jemaat, ketika doa-doa dinaikkan
sebagai tanda penyerahan dan pengutusan para gembala baru ke dalam tangan
Tuhan.
Adapun dua pelayanan baru yang
resmi dibuka adalah:
1. GPdI Kampung Waliam,
Distrik Salawati Tengah, yang akan digembalakan oleh Pdm.
Noris Kumune.
2. GPdI Kampung Malabam,
Distrik Seget, yang akan digembalakan oleh Pdt. Ester
Kumune selaku ibu gembala setempat.
Kedua pelayanan ini lahir sebagai
buah yang manis dari kolaborasi iman antara jemaat GPdI Sion Wayen Kede dan
Tim Biro Penginjilan GPdI Papua Barat Daya. Dalam kesatuan hati, doa, dan
ketaatan kepada panggilan Tuhan, benih-benih Injil ditaburkan, dan Tuhan
sendiri yang memberi pertumbuhan dengan menambahkan jiwa-jiwa baru ke dalam
kerajaan-Nya. Lebih dari itu, Tuhan membuka dua ladang pelayanan yang baru,
sebagai tanda nyata karya-Nya yang terus bergerak dan tidak pernah berhenti.
Dua pelayanan yang dibuka ini
menjadi bukti bahwa Tuhan senantiasa memperluas pekerjaan-Nya, memanggil dan
memperlengkapi hamba-hamba-Nya untuk melayani jiwa-jiwa yang haus akan kasih
dan kebenaran. Di atas dasar yang teguh, yaitu Yesus Kristus, gereja-Nya
dibangun dengan penuh pengharapan, iman, dan ketekunan, sehingga nama Tuhan
semakin dipermuliakan.
Kiranya pelayanan ini terus
bertumbuh, berakar kuat, dan berbuah lebat, menjadi saluran berkat bagi banyak
orang, serta menjadi terang dan garam di tengah masyarakat. Biarlah melalui
setiap langkah pelayanan ini, nama Tuhan semakin ditinggikan dan dimuliakan di
tanah Papua Barat Daya, dari generasi ke generasi.
Setelah prosesi pelantikan, ibadah
ditutup dengan doa penutup yang dibawakan oleh Biro Penginjilan Papua Barat Daya Pdt. Alexander Maniani,
S.Th. Ibadah kemudian dilanjutkan dengan doa khusus untuk pembongkaran gedung gereja lamayang dipimpin langsung
oleh Pdt. Wempi Raunsay, S.Th (Wakil Ketua I MD GPdI Papua Barat Daya). Gereja ini yang memiliki nilai
sejarah yang sangat penting. Gedung tersebut merupakan gereja awal yang
digunakan sebagai tempat ibadah dan menjadi tonggak berdirinya GPdI Sion Wayan Kede di Distrik Seget
sejak tahun 1995.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup
dengan foto bersama dan jamuan kasih,
sebagai wujud persekutuan dan sukacita bersama. Setelah itu, rombongan kembali
bertolak menuju Kota Sorong dengan hati penuh syukur atas segala karya dan
penyertaan Tuhan yang nyata dalam pelayanan ini.
IBADAH PELANTIKAN 2 GEMBALA BARU DI SEGET KABUPATEN SORONG


0 Komentar