Sorong, Jumat 8 Agustus 2025
Suasana
Pulau Doom sore itu diselimuti oleh semangat rohani yang luar biasa. Meskipun
hujan lebat sempat mengguyur lokasi, namun hal tersebut tidak menghalangi
antusiasme para gembala dan pria-pria Pantekosta dari berbagai wilayah untuk
menghadiri Ibadah
Persatuan Gabungan Komisi Daerah Pelayanan Pria Pantekosta (PELPRIP) GPdI Papua
Barat Daya yang untuk pertama kalinya secara perdana digelar.
Ibadah
dimulai pukul 17.00 WIT dan mengambil tempat di GPdI Bukit Kalvari Pulau Doom,
yang digembalakan oleh Pdt. Wempi Raunsay, S.Th, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Majelis
Daerah GPdI Papua Barat Daya. Suasana ibadah terasa penuh
kemuliaan dan hadirat Tuhan memenuhi tempat tersebut sejak awal hingga akhir.
Beberapa persembahan pujian turut mengisi jalannya ibadah. Penampilan datang baik dari pengurus lengkap Komisi Daerah PELPRIP maupun dari pria-pria gereja lokal setempat, yang menyampaikan pujian dengan semangat dan pengurapan yang memberkati semua yang hadir.
Firman
Tuhan disampaikan oleh Pdt. Wempi Raunsay, S.Th dengan penuh kuasa, yang diambil
dari kitab Hagai
1:12-14. Dalam khotbah yang berjudul: “Takut Akan Tuhan
adalah Gaya Hidup Orang Benar”, beliau menegaskan pentingnya hidup dalam
ketundukan dan hormat akan Tuhan sebagai identitas sejati seorang pria Kristen
masa kini. Jemaat dibangkitkan dan dikuatkan untuk hidup dalam komitmen rohani
yang benar di tengah tantangan zaman.
12 Lalu Zerubabel bin Sealtiel dan Yosua bin Yozadak, imam besar, dan selebihnya dari bangsa itu mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan juga perkataan nabi Hagai, sesuai dengan apa yang disuruhkan kepadanya oleh TUHAN, Allah mereka; lalu takutlah bangsa itu kepada TUHAN. 13 Maka berkatalah Hagai, utusan TUHAN itu, menurut pesan TUHAN kepada bangsa itu, demikian: "Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN." 14 TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka,
Hagai 1:12-14 menggambarkan bagaimana peringatan yang diberikan oleh Nabi Hagai diterima dengan baik oleh umat Israel. Tuhan memberikan semangat baru bagi para pemimpin dan umat-Nya untuk kembali fokus pada pembangunan rumah Tuhan (bait Allah), dan Tuhan menyertai mereka dalam proses tersebut.
Pesan utama dari bagian ini adalah pentingnya mendengarkan firman Tuhan dan meresponsnya dengan ketaatan serta keberanian untuk melaksanakan tugas yang Tuhan percayakan, karena Tuhan selalu menyertai umat-Nya dalam menjalankan kehendak-Nya.
Doa
sesudah firman Tuhan dipimpin oleh Pdt. Alexander Maniani, S.Th, selaku
Biro
Penginjilan GPdI Papua Barat Daya. Setelah itu, Sekretaris KD PELPRIP,
Pdt. Rommy Randang, memberikan beberapa penyampaian penting
terkait program dan kegiatan yang akan dijalankan oleh KD PELPRIP ke depan.
Menjelang
penutupan, Pdt.
Ferry Walangitan, selaku Bendahara KD PELPRIP, memimpin doa
penutup ibadah. Namun sebelum semuanya benar-benar usai, Ketua Komisi Daerah
PELPRIP, Pdt. Lazarus Wanggai, S.P, mengambil sedikit waktu
untuk mengajak seluruh pengurus lengkap KD PELPRIP yang hadir untuk melakukan rapat singkat
membahas program akhir tahun 2025 dan perencanaan program pelayanan tahun 2026.
Kebersamaan
malam itu kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh
keakraban dan sukacita, serta jamuan kasih yang disediakan oleh
tuan rumah sebagai bentuk syukur dan kebersamaan tubuh Kristus.
Ibadah
gabungan perdana ini menjadi momentum yang bersejarah dan memberi semangat baru
bagi pelayanan pria Pantekosta di seluruh Papua Barat Daya — bukti bahwa
semangat melayani Tuhan tidak pernah padam, bahkan dalam hujan badai sekalipun.
Segala kemuliaan hanya bagi
Tuhan Yesus Kristus!


0 Komentar